5 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang Dapat Didukung Melalui Smart Building

smart-building-tujuan-pembangunan-berkelanjutan-sdgs

Konsep keberlanjutan atau sustainability semakin menjadi bagian dari cara perusahaan merancang dan mengelola gedung.

Bahkan, fungsinya bukan hanya berkaitan dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Sustainability juga mencakup bagaimana bangunan dapat dikelola dengan lebih bertanggung jawab, memanfaatkan sumber daya secara optimal, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi penggunanya.

Salah satu pendekatan yang kian marak digunakan adalah smart building.

Dengan memanfaatkan sensor, Internet of Things (IoT), sistem otomasi, data, serta berbagai perangkat yang saling terintegrasi, sebuah gedung dapat merespons kondisi aktual dan mengoptimalkan berbagai aktivitas operasional.

Lalu, apa hubungan antara Smart Building dengan Sustainable Development Goals (SDGs)?

Berikut 5 tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) yang memiliki keterkaitan dengan penerapan teknologi smart building.

1. SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau

SDG 7 berfokus pada akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern.

Dalam konteks gedung, salah satu aspek yang dapat didukung melalui teknologi ialah bagaimana energi digunakan secara lebih efisien.

Contohnya, penerapan smart lighting dapat menyesuaikan pencahayaan berdasarkan kondisi ruangan.

Ketika sebuah area tidak digunakan, sistem dapat mengurangi atau mematikan pencahayaan sesuai aturan yang telah ditentukan.

Hal yang sama dapat diterapkan pada sistem HVAC atau pendingin ruangan.

Dengan bantuan sensor occupancy dan sistem kontrol, pengaturan suhu dapat disesuaikan dengan penggunaan ruangan.

Selain otomatisasi, energy monitoring juga tak kalah penting.

Sistem dapat mengumpulkan data konsumsi energi sehingga pengelola gedung akan mengetahui pola penggunaan dan menemukan area yang berpotensi mengalami pemborosan.

2. SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

SDG 9 mencakup pembangunan infrastruktur yang berkualitas, mendorong inovasi, serta mendukung industri yang lebih berkelanjutan.

Smart building memiliki hubungan yang cukup erat dengan tujuan ini karena penerapannya melibatkan integrasi teknologi ke dalam infrastruktur gedung.

IoT, sensor, access control, building automation, sistem monitoring, dan berbagai perangkat lainnya dapat saling terhubung melalui jaringan komunikasi.

Data dari perangkat tersebut kemudian dimanfaatkan guna memahami kondisi gedung.

Sebagai contoh, sensor bisa memberikan informasi mengenai keberadaan orang di suatu ruangan.

Data tersebut dipakai oleh sistem otomatisasi untuk mengatur pencahayaan atau pendingin ruangan.

Dalam skala yang lebih luas, berbagai sistem dapat dikendalikan melalui platform atau dashboard terpusat.

Pengelola tidak perlu memeriksa setiap perangkat secara manual untuk mengetahui kondisi operasional tertentu.

Baca juga: 5 Cara Teknologi Membantu Perusahaan Menghemat Energi

3. SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

SDG 11 bertujuan menjadikan kota dan permukiman lebih inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Gedung merupakan bagian penting dari lingkungan perkotaan.

Saat jumlah gedung perkantoran, pusat komersial, hotel, rumah sakit, dan fasilitas publik terus berkembang, cara bangunan tersebut dikelola turut memengaruhi efisiensi penggunaan sumber daya di kawasan perkotaan.

Misalnya, sistem keamanan seperti access control, CCTV, dan visitor management dapat membantu mengelola akses dan aktivitas di dalam gedung.

Sementara itu, sistem otomasi mampu mengatur pencahayaan, HVAC, dan perangkat lainnya berdasarkan kebutuhan.

Integrasi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang lebih terkontrol tanpa mengharuskan seluruh proses dilakukan secara manual.

Dalam konteks yang lebih luas, hal seperti ini menjadi bagian dari transformasi menuju lingkungan perkotaan yang memanfaatkan data dan teknologi demi meningkatkan efisiensi pengelolaan fasilitas.

4. SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

SDG 12 berkaitan dengan pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab serta penggunaan sumber daya secara lebih efisien.

Hubungannya dengan smart building dapat dilihat dari cara gedung menggunakan energi dan berbagai sumber daya lainnya.

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam operasional kantor ialah penggunaan perangkat ketika sebenarnya tidak diperlukan.

Lampu tetap menyala di ruangan kosong, AC terus beroperasi setelah aktivitas selesai, atau perangkat tertentu tetap aktif di luar jam operasional.

Smart building dapat membantu mengurangi kondisi tersebut melalui metode otomatisasi.

Manfaatkan sensor occupancy, timer, jadwal operasional, dan sistem kontrol agar membuat perangkat bekerja sesuai kebutuhan.

Jangan lupa, gunakan data dari sistem monitoring untuk mengevaluasi pola penggunaan energi.

Tujuannya adalah mengurangi pemborosan dan menggunakan sumber daya pada saat serta tingkat yang memang dibutuhkan.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi membantu menciptakan pola konsumsi yang lebih terukur.

5. SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim

SDG 13 berfokus pada tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.

Hubungan antara smart building dan tujuan ini terutama dapat dilihat melalui efisiensi energi.

Operasional gedung membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk menjalankan berbagai fasilitas.

Ketika penggunaan energi dapat dioptimalkan, kebutuhan energi operasional pun berpotensi berkurang.

Sebagai contoh, sebuah gedung menggunakan sensor untuk mengetahui area yang sedang digunakan.

Sistem kemudian mengatur pencahayaan dan pendinginan berdasarkan kondisi tersebut.

Data konsumsi energi turut dikumpulkan guna mengetahui perubahan pola penggunaan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa hubungan antara efisiensi energi dan emisi tidak selalu sama pada setiap gedung.

Dampaknya terhadap emisi bergantung antara lain pada sumber energi yang digunakan.

Bagaimana Smart Building Menghubungkan Teknologi dengan Sustainability?

Kelima poin SDGs tersebut menunjukkan bahwa penerapan smart building bukan hanya mengenai penggunaan perangkat pintar (smart device).

Nilai utama smart building terletak pada bagaimana perangkat tersebut saling terhubung, menghasilkan data, dan digunakan untuk mengambil tindakan yang lebih tepat.

Sebagai contoh, bayangkan sebuah gedung perkantoran yang memiliki access control, occupancy sensor, smart lighting, HVAC automation, dan energy monitoring.

Ketika karyawan memasuki area tertentu, sistem access control mencatat aktivitas pengaksesan.

Lalu sensor mendeteksi keberadaan orang di dalam ruangan.

Sistem otomasi pun segera menyesuaikan lampu dan pendingin ruangan berdasarkan kondisi tersebut.

Ketika ruangan sudah tidak digunakan, sistem dapat kembali menyesuaikan perangkat yang tidak diperlukan.

Pada saat yang sama, data penggunaan energi tetap tercatat sehingga pengelola mempunyai bahan evaluasi.

Dalam skenario tersebut, satu sistem tidak berdiri sendiri.

Access control, sensor, automation, dan monitoring bekerja sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung.

Baca juga: Begini Cara Access Control Mendukung Efisiensi Energi

Dukung Sustainability Perusahaan Anda melalui Smart Building

Penerapan smart building memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan.

Terutama SDG 7 tentang energi, SDG 9 tentang inovasi dan infrastruktur, SDG 11 tentang kota berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi yang bertanggung jawab, dan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Teknologi seperti IoT, sensor, building automation, smart lighting, HVAC control, access control, serta energy monitoring dapat membantu perusahaan mengelola operasional gedung berdasarkan kondisi aktual.

Namun, teknologi bukanlah tujuan akhir.

Manfaat terbesar muncul ketika berbagai sistem dirancang dan diintegrasikan demi mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengelolaan gedung yang lebih bertanggung jawab.

Jika perusahaan sedang merencanakan penerapan smart building, office automation, atau sistem otomasi gedung, Mekansm dapat membantu melakukan asesmen kebutuhan dan merancang solusi teknologi yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan operasional gedung.

Hubungi CS Mekansm untuk berkonsultasi dan mendiskusikan kebutuhan smart building maupun office automation di kantor Anda.