Begini Cara Access Control Mendukung Efisiensi Energi pada Smart Building

access-control-smart-building-efisiensi-energi

Ketika membahas access control pada perkantoran, hal pertama yang biasanya muncul adalah keamanan.

Siapa yang dapat memasuki suatu ruangan atau area berdasarkan hak akses yang telah ditentukan.

Namun, dalam penerapan smart building, fungsi access control dapat berkembang lebih jauh.

Data mengenai aktivitas pengguna dan akses ke suatu area bisa menjadi salah satu sumber informasi yang dimanfaatkan guna mengatur berbagai fasilitas gedung secara otomatis.

Hal ini membuka peluang bagi perusahaan supaya mengoptimalkan penggunaan energi.

Lampu, AC, dan perangkat lainnya dapat dioperasikan berdasarkan kebutuhan aktual sehingga fasilitas tidak terus bekerja ketika area sedang tidak digunakan.

Lalu, bagaimana access control dapat mendukung efisiensi energi pada smart building?

Apa Hubungan Access Control dengan Efisiensi Energi?

Pada dasarnya, access control dan sistem pengelolaan energi memiliki fungsi yang berbeda.

Access control bertugas mengatur akses pengguna, sedangkan sistem automation mengatur berbagai perangkat dan fasilitas gedung.

Namun, keduanya dapat saling terhubung.

Ketika karyawan melakukan autentikasi sebelum memasuki suatu area, sistem mendapatkan informasi bahwa area tersebut sedang atau akan digunakan.

Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sistem automation untuk menyesuaikan kondisi fasilitas seperti pencahayaan dan pendingin ruangan.

Dengan kata lain, access control menjadi salah satu sumber data mengenai aktivitas dan penggunaan area dalam sebuah gedung.

Dalam ekosistem smart building yang lebih kompleks, data tersebut dapat dikombinasikan dengan sensor okupansi, sensor suhu, jadwal operasional, dan sistem energy monitoring demi menghasilkan pengelolaan energi yang lebih optimal.

Bagaimana Access Control Membantu Mengurangi Pemborosan Energi?

Salah satu masalah yang sering terjadi pada gedung perkantoran ialah fasilitas tetap beroperasi meskipun area sudah tidak digunakan.

Lampu mungkin masih menyala setelah karyawan meninggalkan ruangan.

AC pun tetap bekerja meskipun tidak ada aktivitas.

Pada gedung dengan banyak ruangan dan area kerja, pemborosan kecil seperti ini dapat terjadi berulang kali setiap hari.

Integrasi access control dengan automation memungkinkan kondisi tersebut dikelola secara lebih sistematis.

Ketika sistem mendeteksi adanya aktivitas akses pada area tertentu, automation dapat mengaktifkan fasilitas yang dibutuhkan sesuai konfigurasi.

Sebaliknya, ketika area tidak lagi digunakan dan tidak ada aktivitas yang terdeteksi, sistem akan menyesuaikan pengoperasian perangkat.

Namun, penting untuk dipahami bahwa access control tidak secara langsung menghemat energi.

Penghematan terjadi ketika data dari access control digunakan bersama sistem automation untuk mengendalikan perangkat gedung berdasarkan kondisi aktual.

Baca juga: Fitur yang Harus Ada Dalam Konsep Smart Building

Integrasi Access Control dengan Building Automation

Agar dapat memberikan manfaat tersebut, access control perlu terhubung dengan sistem automation atau building management system yang digunakan oleh gedung.

Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Pengguna melakukan akses → sistem mencatat aktivitas → data dikirim ke sistem kontrol → automation menentukan tindakan → perangkat gedung menyesuaikan kondisi.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki ruang kerja yang hanya digunakan selama jam operasional.

Saat karyawan mulai memasuki area tersebut, sistem memberikan informasi kepada automation bahwa area mulai digunakan.

Lampu kemudian dapat dinyalakan sesuai kebutuhan dan AC diatur pada kondisi yang telah ditentukan.

Ketika aktivitas berakhir, sistem menyesuaikan kembali fasilitas tersebut.

Contoh Penerapan di Gedung Perkantoran

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki gedung dengan beberapa lantai.

Setiap lantai memiliki area kerja, ruang meeting, ruang direksi, dan beberapa ruang pendukung.

Karyawan menggunakan RFID card untuk memasuki area kerja.

Tatkala akses berhasil dilakukan, sistem mencatat identitas pengguna dan waktu pengaksesan.

Data tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu input bagi sistem automation.

Pada area yang mulai digunakan, pencahayaan dan pendingin ruangan dapat beroperasi sesuai pengaturan yang telah ditentukan.

Sementara itu, ruang meeting yang tidak digunakan tidak perlu terus-menerus mendapatkan pengaturan fasilitas yang sama seperti saat sedang digunakan.

Sistem akan menyesuaikan kondisi ruangan berdasarkan jadwal reservasi maupun informasi dari sensor.

Setelah jam operasional berakhir dan aktivitas pengguna menurun, automation mengatur kembali pengoperasian lampu dan AC pada area yang sudah kosong.

Manfaat Integrasi Access Control dan Automation

Integrasi antara access control dan automation dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar penghematan energi.

Manfaat Penerapan
Efisiensi energi Lampu dan AC dapat disesuaikan berdasarkan penggunaan area
Otomatisasi operasional Mengurangi kebutuhan pengoperasian perangkat secara manual
Monitoring Aktivitas pengguna dan kondisi fasilitas dapat dipantau
Keamanan Hak akses tetap dikendalikan berdasarkan identitas pengguna
Data operasional Informasi penggunaan area dapat digunakan untuk evaluasi
Skalabilitas Sistem dapat dikembangkan dengan sensor dan automation tambahan

Data yang dihasilkan juga dapat membantu perusahaan memahami bagaimana fasilitas digunakan.

Apabila suatu ruangan ternyata jarang digunakan, misalnya, perusahaan dapat mengevaluasi kembali pengaturan fasilitas maupun pemanfaatan ruang tersebut.

Dengan demikian, efisiensi energi bukan hanya berasal dari mematikan perangkat ketika tidak digunakan.

Namun bersumber dari kemampuan perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data.

Access Control sebagai Bagian dari Strategi Sustainability

Efisiensi energi merupakan salah satu aspek yang dapat mendukung upaya perusahaan membangun operasional yang lebih sustainable.

Penggunaan energi yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi pemborosan sekaligus membuat pengelolaan gedung menjadi lebih efisien.

Dalam konteks ini, access control bukanlah solusi sustainability secara langsung.

Namun, ketika terintegrasi dengan building automation dan sistem monitoring, data aktivitas pengguna bisa membantu perusahaan mengoperasikan fasilitas sesuai kebutuhan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep smart building, yaitu menggunakan teknologi dan data untuk membuat gedung lebih aman, efisien, nyaman, dan mudah dikelola.

FAQ

Apakah access control bisa menghemat energi?

Access control tidak secara langsung menghemat energi.

Namun, data aktivitas akses dapat digunakan sebagai salah satu input bagi sistem automation untuk mengatur penggunaan lampu, AC, dan fasilitas lainnya.

Bagaimana access control terhubung dengan building automation?

Data dari access control dapat dikirim ke sistem kontrol atau platform integrasi yang kemudian digunakan untuk menjalankan aturan automation tertentu sesuai kondisi dan konfigurasi gedung.

Apakah access control dapat mengontrol lampu dan AC?

Access control dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk automation yang mengontrol lampu dan AC.

Pengendalian tersebut memerlukan integrasi dengan sistem automation yang sesuai.

Apa peran occupancy sensor dalam smart building?

Occupancy sensor mendeteksi keberadaan pengguna di suatu area.

Data tersebut diolah bersama access control untuk membantu automation menentukan kapan fasilitas perlu diaktifkan atau disesuaikan.

Apakah integrasi access control dan automation cocok untuk semua gedung?

Implementasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, ukuran gedung, sistem yang sudah tersedia, serta tingkat otomatisasi yang ingin dicapai.

Tidak semua gedung membutuhkan tingkat integrasi yang sama.

Waktunya Memadukan Smart Building dan Access Control

Access control memiliki fungsi utama untuk mengatur keamanan dan hak akses pengguna.

Namun, dalam ekosistem smart building, data yang dihasilkan sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan fasilitas dan efisiensi energi.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus membangun sistem pengelolaan gedung yang lebih efisien dan terukur.

Jika perusahaan Anda sedang merencanakan smart building yang lebih efisien dan terintegrasi, tim Mekansm dapat membantu melakukan asesmen kebutuhan dan merancang solusi yang sesuai dengan kondisi gedung.

Hubungi CS Mekansm untuk berkonsultasi dan mendiskusikan kebutuhan smart building di kantor Anda.