Awas! 7 Kesalahan Desain Control Room yang Berdampak ke Operasional
Control room sering dianggap sebagai jantung operasional sebuah organisasi maupun perusahaan.
Di ruangan inilah data dipantau, setiap insiden dianalisis, dan keputusan penting diambil dalam hitungan detik.
Sayangnya, banyak control room dirancang hanya berfokus pada jumlah layar dan perangkat, tanpa memperhatikan alur kerja dan ergonomi operasional.
Desain control room yang kurang tepat tidak selalu menimbulkan masalah secara langsung.
Namun dalam jangka panjang, kesalahan desain dapat menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan risiko human error, dan memperlambat respons saat terjadi insiden.
Berikut 7 kesalahan desain control room yang sering terjadi dan berdampak langsung pada operasional. Catat, ya!
Contents
- 1 1. Terlalu Banyak Perangkat Terpisah di Satu Meja Kerja
- 2 2. Tata Letak Layar yang Tidak Ergonomis
- 3 3. Tidak Ada Sistem Kontrol Terpusat
- 4 4. Desain Tidak Mendukung Alur Kerja Tim
- 5 5. Kurangnya Standardisasi Akses dan Operasional
- 6 6. Mengabaikan Skalabilitas Ruang Kontrol
- 7 7. Fokus pada Tampilan, Bukan Efektivitas Operasional
- 8 Desain Control Room Menentukan Kualitas Operasional
1. Terlalu Banyak Perangkat Terpisah di Satu Meja Kerja
Menempatkan banyak PC, keyboard, dan mouse di satu meja kerja sering dianggap solusi praktis.
Padahal, kondisi ini justru membuat operator kesulitan fokus, bahkan meningkatkan risiko salah akses sistem.
Semakin banyak perangkat yang harus dikelola secara manual, maka semakin besar pula potensi kesalahan operasionalnya.
2. Tata Letak Layar yang Tidak Ergonomis
Layar yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau berada di sudut pandang ekstrem membuat operator harus sering mengubah posisi tubuh.
Dalam jangka panjang, hal tersebut menyebabkan kelelahan fisik dan menurunkan konsentrasi.
Ergonomi yang buruk secara langsung berdampak pada ketelitian dan ketahanan kerja operator.
3. Tidak Ada Sistem Kontrol Terpusat
Banyak control room masih mengandalkan perpindahan manual antar sistem.
Operator harus berpindah perangkat hanya untuk mengakses data yang berbeda.
Tanpa sistem kontrol terpusat, alur kerja menjadi lambat dan tidak efisien. Terlebih ketika dibutuhkan respons yang cepat.
4. Desain Tidak Mendukung Alur Kerja Tim
Control room tidak pernah bergantung pada skill individual, melainkan kerja sama tim.
Desain yang tidak mempertimbangkan komunikasi dan kolaborasi antar operator justru dapat menghambat koordinasi saat menangani insiden.
Akibatnya, informasi penting terlambat diteruskan dan keputusan menjadi tidak sinkron.
5. Kurangnya Standardisasi Akses dan Operasional
Setiap operator menggunakan perangkat dan metode akses yang berbeda-beda karena tidak adanya standar sistem.
Hal ini nantinya menyulitkan pelatihan jika ada personel baru dan meningkatkan risiko kesalahan akibat kebiasaan kerja yang tidak konsisten.
Standardisasi adalah kunci untuk menjaga kualitas operasional dalam jangka panjang.
6. Mengabaikan Skalabilitas Ruang Kontrol
Desain control room sering kali hanya memikirkan kebutuhan saat ini, tanpa mempertimbangkan pertumbuhan sistem di masa depan.
Ketika jumlah sistem bertambah, ruang kontrol menjadi penuh, tidak rapi, dan sulit dikelola.
Kurangnya perencanaan skalabilitas membuat upgrade menjadi lebih mahal dan berpotensi mengganggu operasional.
7. Fokus pada Tampilan, Bukan Efektivitas Operasional
Control room yang terlihat modern belum tentu efektif.
Desain yang terlalu menitikberatkan estetika sering mengorbankan fungsi, seperti kemudahan akses, kecepatan kerja, dan kejelasan monitoring.
Pada akhirnya, control room seharusnya dirancang guna mendukung operasional, bukan sekadar terlihat canggih.
Desain Control Room Menentukan Kualitas Operasional
Ketujuh kesalahan di atas menunjukkan bahwa desain control room bukan sekadar urusan interior atau penempatan perangkat.
Desain yang tepat harus mendukung alur kerja, ergonomi, serta kecepatan pengambilan keputusan.
Salah satu solusi yang banyak digunakan untuk menghindari kesalahan desain control room adalah penerapan sistem KVM terpusat, khususnya LCD KVM.
Melalui LCD KVM, operator dapat mengakses dan mengendalikan banyak sistem dari satu konsol kerja yang ringkas, ergonomis, dan terstandarisasi.
MEKANSM menyediakan berbagai paket solusi LCD KVM Aten untuk kebutuhan control room, ruang monitoring IT, maupun data center.
Dengan sistem yang tepat, control room tidak hanya terlihat modern. Namun, benar-benar mendukung operasional yang cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Bagikan ke:








