6 Kesalahan Umum Event Multibahasa yang Sering Dianggap Sepele
Event multibahasa semakin umum ditemukan di mana-mana. Terutama pada konferensi internasional, seminar global, hingga pertemuan bisnis lintas negara.
Sayangnya, banyak event yang sekadar dipersiapkan dengan matang dari sisi konsep dan teknis panggung.
Namun justru mengalami kegagalan komunikasi di lapangan. Kok, bisa?
Masalahnya bukan karena pembicara atau materi yang kurang berkualitas, melainkan beberapa kesalahan kecil yang sering dianggap sepele.
Padahal, kesalahan-kesalahan inilah yang membuat pesan tidak tersampaikan dengan baik kepada seluruh peserta.
Yuk, kita kupas 6 kesalahan umum yang sering terjadi dalam event multibahasa!
Contents
- 1 1. Menganggap Peserta Asing Akan Menyesuaikan Diri
- 2 2. Terjemahan Baru Dipikirkan di Saat Terakhir
- 3 3. Mengandalkan Terjemahan Lisan Tanpa Sistem Pendukung
- 4 4. Kualitas Audio Tidak Diprioritaskan
- 5 5. Tidak Memberikan Pilihan Bahasa Secara Personal
- 6 6. Mengabaikan Pengalaman Peserta sebagai Bagian dari Kesuksesan Acara
- 7 Event Multibahasa Butuh Lebih dari Sekadar Niat Baik
1. Menganggap Peserta Asing Akan Menyesuaikan Diri
Banyak penyelenggara berasumsi bahwa peserta asing akan otomatis menyesuaikan diri dengan bahasa utama acara.
Kenyataannya, pemahaman bahasa setiap orang berbeda.
Apalagi ketika diskusi masuk ke istilah teknis atau konteks spesifik.
Akibatnya, peserta asing hanya menangkap sebagian informasi dan memilih pasif karena tidak yakin dengan pemahamannya.
2. Terjemahan Baru Dipikirkan di Saat Terakhir
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah perencanaan terjemahan yang dilakukan terlalu mendekati hari acara.
Interpreter disiapkan secara mendadak.
Bahkan tanpa sistem yang jelas untuk mendistribusikan hasil terjemahan ke peserta.
Tanpa perencanaan matang, terjemahan menjadi tidak konsisten dan alur acara terganggu. Pesan yang disampaikan pun kehilangan kesinambungan.
3. Mengandalkan Terjemahan Lisan Tanpa Sistem Pendukung
Pada beberapa event, terjemahan dilakukan secara lisan melalui mikrofon utama atau bisikan ke sebagian peserta.
Cara ini mungkin terasa praktis, tetapi sangat tidak efektif untuk event berskala besar.
Peserta lain bisa saja tetap kesulitan mengikuti jalannya acara. Sementara itu, kualitas terjemahan bergantung sepenuhnya pada kondisi ruangan dan audio.
4. Kualitas Audio Tidak Diprioritaskan
Audio sering dianggap sekadar aspek teknis. Padahal dalam event multibahasa, audio justru menjadi kunci utama komunikasi.
Suara yang tidak jernih, delay, atau volume yang tidak merata akan semakin menyulitkan peserta asing memahami isi acara.
Jika audio dasar saja sudah bermasalah, kualitas terjemahan tentu akan ikut terdampak.
5. Tidak Memberikan Pilihan Bahasa Secara Personal
Event multibahasa seharusnya memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih bahasa yang mereka pahami.
Tanpa media komunikasi personal seperti headset atau channel bahasa terpisah, peserta terpaksa mengikuti satu alur bahasa yang belum tentu nyaman bagi mereka.
Hal ini membuat pengalaman mengikuti acara menjadi tidak inklusif.
6. Mengabaikan Pengalaman Peserta sebagai Bagian dari Kesuksesan Acara
Banyak penyelenggara fokus pada kelancaran rundown.
Sebaliknya, panitia lupa bahwa kesuksesan acara juga diukur dari seberapa baik pesan diterima oleh peserta.
Jika peserta asing tidak memahami isi diskusi, maka tujuan acara belum sepenuhnya tercapai.
Pengalaman peserta seharusnya menjadi bagian dari indikator keberhasilan event multibahasa.
Event Multibahasa Butuh Lebih dari Sekadar Niat Baik
Keenam kesalahan di atas sering dianggap sepele karena acara tetap berjalan sesuai jadwal.
Namun dalam event multibahasa, kelancaran acara tidak selalu berarti komunikasi berjalan efektif.
Dengan perencanaan komunikasi yang tepat, hambatan bahasa bisa dihilangkan. Interaksi di dalamnya akan meningkat dan nilai acara menjadi jauh lebih tinggi bagi semua peserta.
Salah satu cara menghindari kesalahan-kesalahan di atas adalah dengan menggunakan sistem interpreter profesional yang dirancang khusus untuk event multibahasa.
Sistem ini memungkinkan penerjemahan berjalan simultan, jernih, dan personal bagi setiap peserta.
MEKANSM menyediakan Interpreter System dari brand Fonestar yang banyak digunakan untuk konferensi, seminar, dan event internasional dengan kebutuhan komunikasi multibahasa yang kompleks.
Pelajari solusi Interpreter System Fonestar di link berikut ini.
Dengan sistem yang tepat, event multibahasa pastinya tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga benar-benar dipahami oleh seluruh peserta.
Bagikan ke:




